ilustrasi beli mobil mewah

Beli Mobil Mewah: antara Status, Prestise Diri dan Pamer

Porem Amsterdam – Bisa saja seseorang memutuskan membeli mobil mewah baru ketika dia merasa mampu. Dalam arti dia memiliki uang yang jelas-jelas banyak, dan tidak takut kehilangan uang dalam jumlah besar.

Kita tahu ada banyak sekali tipe mobil yang bisa dikategorikan mewah. Sebut satu yang populer, Toyota Alphard, misalnya. Atau tipe sedan yang bernaung di bawah merek BMW. Contoh-contoh tersebut bisa disebut sebagai mobil yang mewah.

Beli mobil mewah dan status pribadi

Kesan eksklusif tentu saja melekat dalam setiap imaji mobil mewah. Ia paling mudah dikenali sebagai simbol kesuksesan. Walau begitu mobil mewah bukan cuma soal simbol kesuksesan.

Sebab di mana-mana yang namanya mobil selalu meminta kewajiban pemiliknya untuk membayar pajak barang mewah, membayar pajak tahunan, membayar biaya perawatan, dan tentu saja memperhitungkan berapa uang yang dihabiskan untuk konsumsi bahan bakar.

Jadinya ada banyak hal yang harus diperhitungkan sebelum beli mobil mewah:

Pilih pabrikannya

Merek mobil seperti Toyota menyediakan opsi mobil mewah. Sama halnya dengan Honda dan beberapa merek lain seperti BMW dan Mercedes Benz yang sudah kadung dikenal sebagai merek mobil mewah.

Beli mobil baru nan mewah bukan cuma memperhatikan merek, tapi juga sejumlah lain seperti ketersediaan suku cadang mobil yang dijual di bawah merek tertentu, dan jaringan bengkel yang tersedia.

Pilih lah pabrikan mobil mewah yang mampu menyediakan layanan bengkel servis dalam jumlah memadai di seluruh Indonesia, agar Anda bisa mudah melakukan perawatan. Lalu pilih lah pabrikan mobil yang suku cadangnya mudah dicari di pasaran.

Beli bekas pun jadi

Kadang Anda belum mampu membeli mobil mewah baru karena keadaan, misalnya karena budget belum cukup. Kalau sudah begini, opsi pembelian mobil mewah bekas pun tidak mengapa. Kenapa begitu?

Pertama karena mobil mewah jarang dipakai harian. Kalau pun sering, jarak tempuhnya bisa jadi tidak terlalu jauh. Dengan demikian harganya pun bisa jadi lebih rendah ketimbang mobil baru, karena mobil mewah macam itu bisa dipastikan belum pernah mendapat servis berat.

Mengejar status atau karakter?

Bagi beberapa orang, mobil bukan cuma sekadar soal eksklustifitas. Lebih dari itu, sebuah mobil mewah bisa jadi penanda karakter seseorang.

Jadi kalau Anda mengejar status, merek apapun rasanya nggak jadi masalah. Tapi kalau Anda cari mobil yang sesuai karakter dan/atau kepribadian, maka carilah mobil yang bisa mewakili filosofi gaya hidup atau pemikiran Anda.

Untuk soal bisnis: mobil mewah ternyata penting

Beberapa orang bisa saja memakai mobil mewah untuk pamer. Tapi dalam lingkup kerjasama bisnis, keberadaan mobil mewah terkadang jadi penting.

Bagi pebisnis kakap, mobil mewah adalah penarik perhatian

Pasti jadi pusat perhatian. Itulah ciri utama orang yang membawa mobil mewah seperti Mercedes Benz, BMW, atau Lexus. Bagi dua orang yang sedang menjalin negosiasi bisnis, keberadaan mobil mewah rekan bisnisnya tentu jadi faktor yang memperkuat pengambilan keputusan bisnis.

Rekan bisnis Anda tentu lebih percaya diri berbisnis dengan rekan yang berkelas dan menarik perhatian.

Membantu negosiasi bisnis

Rekan bisnis Anda mungkin tidak memperhatikan pakaian atau dokumen yang Anda bawa. Dia mungkin lebih memperhatikan mobil yang Anda bawa untuk bertemu membahas bisnis.

Sederhananya, keberadaan mobil mewah bisa membantu kelancaran negosiasi bisnis. Ketika negosiasi bisnis sedang berlangsung, calon rekan bisnis bisa jadi memperhatikan mobil mewah yang Anda kendarai.

Di titik itu, mobil mewah jadi penanda status keberhasilan Anda mengelola bisnis, sampai-sampai rekan bisnis Anda mampu beli mobil mewah baru.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *